<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://blog.id.jobplanet.com/wp-content/plugins/xslt/template.xsl"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>turnover &#8211; Jobplanet Blog</title>
	<atom:link href="http://blog.id.jobplanet.com/tag/turnover/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://blog.id.jobplanet.com</link>
	<description>Info Gaji, Review Perusahaan dan Interview</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Dec 2017 08:00:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.9.29</generator>

<image>
	<url>http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2017/03/cropped-icon-logo-32x32.png</url>
	<title>turnover &#8211; Jobplanet Blog</title>
	<link>https://blog.id.jobplanet.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>4 Tipe Pewawancara yang Ditemui Saat Melamar Kerja</title>
		<link>https://blog.id.jobplanet.com/4-tipe-pewawancara-yang-ditemui-saat-melamar-kerja/</link>
		<pubDate>Tue, 04 Jul 2017 03:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jobplanet]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[tipe pewawancara]]></category>
		<category><![CDATA[tips karir]]></category>
		<category><![CDATA[tips wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[turnover]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara HRD]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara kerja]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara user]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.id.jobplanet.com/?p=4144</guid>
		<description><![CDATA[<p> Artikel ini juga dapat dibaca di  . Selama berkarier, Anda mungkin sudah berkali-kali melalui proses wawancara kerja. Itu artinya, sudah banyak pula pewawancara yang pernah Anda temui, mulai dari pihak HRD yang menyeleksi kandidat di tahap awal hingga para user yang menilai dari sisi teknis. Setiap wawancara yang Anda lalui tentu memberikan kesan dan pengalaman [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com/4-tipe-pewawancara-yang-ditemui-saat-melamar-kerja/">4 Tipe Pewawancara yang Ditemui Saat Melamar Kerja</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com">Jobplanet Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-4152" src="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2017/07/blog_040717-02.jpg" alt="Tipe Pewawancara" srcset="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2017/07/blog_040717-02.jpg 700w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2017/07/blog_040717-02-300x157.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<table style="height: 75px;" width="566">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: left;" width="163"> Artikel ini juga dapat dibaca di  <a href="http://beritagar.id" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><img class="alignnone wp-image-2408" src="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-300x57.jpg" alt="beritagar-logo" width="100" height="19" srcset="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-300x57.jpg 300w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-768x146.jpg 768w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-1024x195.jpg 1024w" sizes="(max-width: 100px) 100vw, 100px" /></a>.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Selama berkarier, Anda mungkin sudah berkali-kali melalui proses <a href="https://id.jobplanet.com/interviews/cover?utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=tipe_pewawancara&amp;utm_source=blog" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>wawancara kerja</strong></a>. Itu artinya, sudah banyak pula pewawancara yang pernah Anda temui, mulai dari pihak HRD yang menyeleksi kandidat di tahap awal hingga para <em>user</em> yang menilai dari sisi teknis.</p>
<p>Setiap wawancara yang Anda lalui tentu memberikan kesan dan pengalaman yang berbeda-beda, dikarenakan pewawancara juga memiliki gaya dan karakter masing-masing. <em>Nah, </em>berikut ini adalah empat tipe pewawancara yang mungkin pernah Anda temui saat melamar kerja:</p>
<p><strong>1.<em> Newbie</em></strong></p>
<p>Tipe yang pertama ini biasanya merupakan karyawan-karyawan junior<em>.</em> Mereka hanya menanyakan pertanyaan-pertanyaan standar dan gaya wawancara mereka juga terlalu kaku, sehingga tidak bisa menggali kepribadian kandidat secara mendalam. Kalau begini, yang ada si kandidat lebih banyak bertanya daripada diberi pertanyaan.</p>
<p>Di satu sisi, menghadapi pewawancara <em>newbie</em> mungkin membuat Anda sedikit lebih percaya diri, karena jalannya wawancara terasa sangat mudah. Namun, di saat yang sama juga muncul kekhawatiran bahwa keterbatasannya itu justru akan merugikan Anda di kemudian hari setelah bergabung dalam perusahaan.</p>
<p><strong>2.<em> Salesman</em></strong></p>
<p>Pewawancara satu ini biasanya cukup kompeten untuk urusan perekrutan. Dia sangat lihai “menjual” perusahaan kepada kandidat dengan cara menggembar-gemborkan segala keuntungan yang akan mereka dapat setelah bergabung. Meskipun dari luar tampak penuh semangat, tapi bisa jadi sebenarnya pewawancara ini hampir putus asa mencari karyawan.</p>
<p>Perusahaan yang sedang didesak kebutuhan akan tenaga kerja untuk menunjang fungsi tertentu—misalnya, karena <a href="http://blog.id.jobplanet.com/turn-over-karyawan-tinggi-bagaimana-cara-mengendalikannya/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong><em>turnover</em></strong></a> yang tinggi—harus bisa merayu kandidat agar tertarik untuk bergabung. <em>Nah, </em>dalam kondisi seperti ini, Anda sebagai kandidat bisa sedikit jual mahal. Siapa tahu Anda juga berhasil merayu HRD untuk memberikan gaji yang jauh lebih tinggi.</p>
<p><a href="https://goo.gl/49fjGs" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><img class="aligncenter wp-image-4280 size-full" src="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2017/07/banner_forum_blog.jpg" alt="" width="728" height="90" srcset="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2017/07/banner_forum_blog.jpg 728w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2017/07/banner_forum_blog-300x37.jpg 300w" sizes="(max-width: 728px) 100vw, 728px" /></a></p>
<p><strong>3. “<em>Killer</em>”</strong></p>
<p>Wawancara kerja kerap dianggap mengerikan dikarenakan tipe pewawancara yang satu ini. Mereka sengaja menggunakan cara kejam dengan tujuan untuk menguji kandidat. Sambil berpegang pada prinsip “karyawan lah yang butuh pekerjaan”, mereka pun tanpa ampun menyerang kandidat dengan <a href="http://blog.id.jobplanet.com/bagaimana-menghadapi-pertanyaan-hrd-yang-menyudutkan/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>pertanyaan-pertanyaan yang menyudutka</strong>n</a>.</p>
<p>Pewawancara dengan gaya seperti ini tak ayal membuat suasana ruangan jadi tegang. Alhasil, kandidat yang sebenarnya sudah melakukan persiapan matang pun bisa menjadi panik, sehingga hasil akhirnya mengecewakan.</p>
<p><strong>4.<em> Friendly</em></strong></p>
<p>Kandidat manapun pasti senang berhadapan dengan pewawancara yang satu ini. Pembawaannya yang menyenangkan membuat energi dalam ruangan jadi lebih hidup. Anda hampir tidak merasa seperti sedang diseleksi untuk sebuah pekerjaan, karena tak ada beban atau rasa terintimidasi oleh ucapan si pewawancara.</p>
<p>Gaya wawancara seperti ini sebetulnya bukan cuma menguntungkan kandidat, tapi yang tak kalah penting adalah perusahaan itu sendiri. Sebab, ketika kandidat sudah merasa nyaman dalam wawancara, tanpa disadari mereka akan memperlihatkan kepribadian yang sesungguhnya. Dengan demikian, pewawancara juga lebih mudah untuk menilai mereka.</p>
<p><em>Nah, </em>dari keempat tipe pewawancara di atas, manakah yang pernah atau paling sering Anda temui? Ceritakan kisah dan pengalaman wawancara kerja Anda—baik yang menyenangkan maupun menegangkan—hanya di <a href="https://id.jobplanet.com/interviews/cover?utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=tipe_pewawancara&amp;utm_source=blog" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Jobplanet.com</strong></a>.</p>
<style type="text/css">.sg-popup-overlay-2,
					.sg-popup-content-2 {
						z-index: 9999 !important;
					}
					#sg-popup-content-wrapper-2 {
						padding: 0px !important;
					}</style><script type='text/javascript'>SG_POPUP_DATA[2] ={"id":"2","title":"Apps","type":"html","effect":"No effect","0":"width","1":"656px","height":"430px","delay":5,"duration":1,"2":"initialWidth","3":"","initialHeight":"","width":"656px","escKey":"on","isActiveStatus":"on","scrolling":"on","scaling":"","reposition":"on","overlayClose":"on","reopenAfterSubmission":"","contentClick":"on","content-click-behavior":"close","click-redirect-to-url":"","redirect-to-new-tab":"","opacity":"0.8","popup-background-opacity":"1","sgOverlayColor":"","sg-content-background-color":"","popupFixed":"","fixedPostion":"","popup-dimension-mode":"responsiveMode","popup-responsive-dimension-measure":"auto","maxWidth":"","maxHeight":"","initialWidth":"","closeButton":"on","theme":"colorbox6.css","sgTheme3BorderColor":"","sgTheme3BorderRadius":"0","onScrolling":"","inActivityStatus":"","inactivity-timout":"0","beforeScrolingPrsent":0,"forMobile":"","openMobile":"","repeatPopup":"","popup-appear-number-limit":"1","save-cookie-page-level":"","autoClosePopup":"","countryStatus":"","showAllPages":"all","allPagesStatus":"","allPostsStatus":"","allCustomPostsStatus":"","allSelectedPages":"","showAllPosts":"all","showAllCustomPosts":"all","allSelectedPosts":"","allSelectedCustomPosts":"","posts-all-categories":"","all-custom-posts":"","sg-user-status":"","loggedin-user":"true","popup-timer-status":"","popup-schedule-status":"","popup-start-timer":"Mar 21 17 11:13","popup-finish-timer":"","schedule-start-weeks":"","schedule-start-time":"11:13","schedule-end-time":"","allowCountries":"","countryName":"","countryIso":"","disablePopup":"","disablePopupOverlay":"","popupClosingTimer":"","yesButtonLabel":"","noButtonLabel":"","restrictionUrl":"","yesButtonBackgroundColor":"","noButtonBackgroundColor":"","yesButtonTextColor":"","noButtonTextColor":"","yesButtonRadius":0,"noButtonRadius":0,"sgRestrictionExpirationTime":0,"restrictionCookeSavingLevel":"","pushToBottom":"","onceExpiresTime":"7","sgOverlayCustomClasss":"sg-popup-overlay","sgContentCustomClasss":"sg-popup-content","popup-z-index":"9999","theme-close-text":"Close","socialButtons":"{\u0022sgTwitterStatus\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgFbStatus\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgEmailStatus\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgLinkedinStatus\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgGoogleStatus\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgPinterestStatus\u0022:\u0022\u0022,\u0022pushToBottom\u0022:\u0022\u0022}","socialOptions":"{\u0022sgSocialTheme\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgSocialButtonsSize\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgSocialLabel\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgSocialShareCount\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgRoundButton\u0022:\u0022\u0022,\u0022fbShareLabel\u0022:\u0022\u0022,\u0022lindkinLabel\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgShareUrl\u0022:\u0022\u0022,\u0022shareUrlType\u0022:\u0022\u0022,\u0022googLelabel\u0022:\u0022\u0022,\u0022twitterLabel\u0022:\u0022\u0022,\u0022pinterestLabel\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgMailSubject\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgMailLable\u0022:\u0022\u0022}","countdownOptions":"{\u0022pushToBottom\u0022:\u0022\u0022,\u0022countdownNumbersBgColor\u0022:\u0022\u0022,\u0022countdownNumbersTextColor\u0022:\u0022\u0022,\u0022sg-due-date\u0022:\u0022\u0022,\u0022countdown-position\u0022:\u0022\u0022,\u0022counts-language\u0022:\u0022\u0022,\u0022sg-time-zone\u0022:\u0022\u0022,\u0022sg-countdown-type\u0022:\u0022\u0022,\u0022countdown-autoclose\u0022:\u0022\u0022}","exitIntentOptions":"{\u0022exit-intent-type\u0022:\u0022\u0022,\u0022exit-intent-expire-time\u0022:\u0022\u0022,\u0022exit-intent-alert\u0022:\u0022\u0022}","videoOptions":"{\u0022video-autoplay\u0022:\u0022\u0022}","fblikeOptions":"{\u0022fblike-like-url\u0022:\u0022\u0022,\u0022fblike-layout\u0022:\u0022\u0022}","html":"\u003Cp\u003E\u003Ca href=\u0022https:\/\/id.jobplanet.com\/forum?forum_topic_id=1\u0022 target=\u0022_blank\u0022 rel=\u0022noopener noreferrer\u0022\u003E\u003Cimg class=\u0022aligncenter wp-image-4824 size-full\u0022 src=\u0022http:\/\/blog.id.jobplanet.com\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/popupbanner_blog_forum1.jpg\u0022 alt=\u0022forum karir\u0022 width=\u0022468\u0022 height=\u0022302\u0022 \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E","customEvent":"0"};</script><script type="text/javascript">

			sgAddEvent(window, 'load',function() {
				var sgPoupFrontendObj = new SGPopup();
				sgPoupFrontendObj.popupOpenById(2)
			});
		</script>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com/4-tipe-pewawancara-yang-ditemui-saat-melamar-kerja/">4 Tipe Pewawancara yang Ditemui Saat Melamar Kerja</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com">Jobplanet Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Turnover Karyawan</title>
		<link>https://blog.id.jobplanet.com/pengaruh-gaya-kepemimpinan-terhadap-turnover-karyawan/</link>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2016 04:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jobplanet]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Posts]]></category>
		<category><![CDATA[alasan resign]]></category>
		<category><![CDATA[angka turnover]]></category>
		<category><![CDATA[exit interview]]></category>
		<category><![CDATA[forbes]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan desain]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan marketing]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan resign]]></category>
		<category><![CDATA[Liz Ryan]]></category>
		<category><![CDATA[mencegah turnover]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan bumn]]></category>
		<category><![CDATA[Perusahaan Manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[tips karir]]></category>
		<category><![CDATA[turnover]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.id.jobplanet.com/?p=2626</guid>
		<description><![CDATA[<p> Artikel ini juga dapat dibaca di  . Turnover karyawan adalah satu dari sekian banyak persoalan internal perusahaan yang menjadi mimpi buruk HRD. Jelas saja. Meski proses perekrutannya terlihat sederhana, namun mempertahankan karyawan bukanlah perkara mudah. Terutama jika perusahaan memasang standar tinggi untuk tenaga kerjanya. Alhasil, efek dari satu karyawan yang resign pun bisa jadi berkepanjangan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com/pengaruh-gaya-kepemimpinan-terhadap-turnover-karyawan/">Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Turnover Karyawan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com">Jobplanet Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.id.jobplanet.com/turn-over-karyawan-tinggi-bagaimana-cara-mengendalikannya/" target="_blank"><em><img class="aligncenter size-full wp-image-2628" src="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2016/12/blog_211216-02-1.jpg" alt="Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Turnover Karyawan" srcset="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2016/12/blog_211216-02-1.jpg 700w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2016/12/blog_211216-02-1-300x157.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></em></a></p>
<table style="height: 75px;" width="566">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: left;" width="163"> Artikel ini juga dapat dibaca di  <a href="http://beritagar.id" target="_blank"><img class="alignnone wp-image-2408" src="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-300x57.jpg" alt="beritagar-logo" width="100" height="19" srcset="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-300x57.jpg 300w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-768x146.jpg 768w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-1024x195.jpg 1024w" sizes="(max-width: 100px) 100vw, 100px" /></a>.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a href="http://blog.id.jobplanet.com/turn-over-karyawan-tinggi-bagaimana-cara-mengendalikannya/" target="_blank"><em>Turnover </em>karyawan</a> adalah satu dari sekian banyak persoalan internal perusahaan yang menjadi mimpi buruk HRD. Jelas saja. Meski proses perekrutannya terlihat sederhana, namun mempertahankan karyawan bukanlah perkara mudah. Terutama jika perusahaan memasang standar tinggi untuk tenaga kerjanya. Alhasil, efek dari satu karyawan yang <em>resign </em>pun bisa jadi berkepanjangan.</p>
<p>Keluar masuknya karyawan di sebuah perusahaan dipicu oleh berbagai hal. Liz Ryan, CEO Human Workplace yang juga kontributor <strong><a href="http://www.forbes.com/sites/lizryan/2016/08/01/employee-turnover-is-a-leadership-problem/2/#1e47371215f3" target="_blank">Forbes</a> </strong>pernah menyebutkan bahwa <em>turnover </em>merupakan masalah yang terkait dengan kepemimpinan. Para <em>manager </em>pun tak dapat mengelak—mengingat beragam survei telah membuktikan bahwa sebagian besar karyawan meninggalkan perusahaannya karena atasan.</p>
<p>Bagaimana hal ini bisa terjadi?</p>
<p><strong>Peran penting seorang atasan</strong></p>
<p>Pencapaian seorang karyawan tak pernah lepas dari andil atasannya. Meski telah memiliki peran masing-masing, namun setiap langkah yang mereka ambil juga menjadi tanggung jawab sang atasan. Dialah yang memberi arahan dan bimbingan agar pekerjaan timnya tuntas tanpa hambatan, sehingga pantas jika ia berbangga hati ketika bawahannya menoreh prestasi di perusahaan.</p>
<p>Sayangnya, tak semua atasan mau berkaca pada diri sendiri ketika bawahannya <em>resign</em>. Mereka malah buru-buru mencari pembenaran tanpa jalan keluar yang tepat. Kalau saja ada sedikit usaha, misalnya saja dengan “mengintip” isi hati para karyawan mereka yang dituliskan di <a href="https://id.jobplanet.com/reviews?utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=pengaruh_kepemimpinan_terhadap_turnover&amp;utm_source=blog" target="_blank"><strong>Jobplanet</strong></a>, perusahaan pasti bisa mencari solusi untuk menekan isu <em>turnover </em>ini.</p>
<blockquote><p><em>“Manager sering acuh tak acuh. Dan hanya bisa ikut menekan tanpa pengarahan yang baik.” – Karyawan Sales Perusahaan Manufaktur</em></p>
<p><em>“perlakuan tidak adil dan atasan sekehendak hati dalam menyuruh karyawan, membuat karyawan tidak nyaman dalam bekerja” – Karyawan Marketing Anak Perusahaan BUMN</em></p>
<p><em>“</em><em>atasan terlalu menjaga jarak dengan bawahan, bawahan seakan tidak diperhatikan sama sekali, pekerjaan mengharuskan ready 24/7” – Karyawan Desain Anak Perusahaan BUMN</em></p></blockquote>
<p>Suasana kantor yang tidak kondusif seperti di atas dapat mendorong keinginan karyawan untuk <em>resign. </em>Sebenarnya hal ini bisa dicegah selama karyawan mengedepankan profesionalitas, serta mengesampingkan perasaan pribadinya. Akan tetapi, perlakuan atasan yang tidak kooperatif pun lama kelamaan akan merugikan perusahaan.</p>
<p>Meski demikian, tidak semua kesalahan layak dilimpahkan pada atasan. HRD juga harus bisa melakukan penilaian yang adil<em>, </em>dengan ikut menyoroti performa dan tingkah laku karyawan itu sendiri. <em>Nah</em>, <em>exit interview </em>bisa menjadi solusinya. Melalui wawancara terakhir ini, HRD dan para <em>manager </em>dapat mengungkap apa alasan sesungguhnya karyawan meninggalkan perusahaan.</p>
<p>Jika Anda seorang atasan, lakukanlah evaluasi rutin terhadap gaya kepemimpinan Anda. Misalnya, lewat sesi tatap muka dengan bawahan. Sementara jika Anda ada di posisi bawahan<em>, </em>ketahuilah bahwa ketidakcocokan dengan bos bukanlah <a href="http://blog.id.jobplanet.com/5-alasan-paling-tepat-yang-digunakan-karyawan-untuk-resign/" target="_blank">alasan yang tepat untuk <em>resign</em></a><em>. </em>Setidaknya hadapi dulu tantangan tersebut sebelum memutuskan untuk <a href="https://id.jobplanet.com/reviews?utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=pengaruh_kepemimpinan_terhadap_turnover&amp;utm_source=blog" target="_blank">mencari perusahaan lain yang lebih baik</a>.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com/pengaruh-gaya-kepemimpinan-terhadap-turnover-karyawan/">Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Turnover Karyawan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com">Jobplanet Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			</item>
		<item>
		<title>4 Kunci Utama Mempertahankan Karyawan Terbaik</title>
		<link>https://blog.id.jobplanet.com/4-kunci-utama-mempertahankan-karyawan-terbaik/</link>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2016 04:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jobplanet]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Karir]]></category>
		<category><![CDATA[HRD]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan berprestasi]]></category>
		<category><![CDATA[sdm]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[tips karir]]></category>
		<category><![CDATA[tips mempertahankan karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[turnover]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.id.jobplanet.com/?p=2484</guid>
		<description><![CDATA[<p> Artikel ini juga dapat dibaca di  . Setiap tahun angka pencari kerja di Indonesia selalu tinggi, bahkan terus bertambah. Sayangnya, jumlah SDM yang terserap oleh perusahaan masih jauh dari yang diharapkan. Memang, menemukan talenta yang kompeten di antara ribuan pelamar merupakan pekerjaan yang sulit. Namun ternyata yang lebih sulit lagi adalah mempertahankan mereka! Pada kenyataannya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com/4-kunci-utama-mempertahankan-karyawan-terbaik/">4 Kunci Utama Mempertahankan Karyawan Terbaik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com">Jobplanet Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2486" src="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2016/11/blog_301116-02.jpg" alt="Mempertahankan Karyawan Terbaik" srcset="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2016/11/blog_301116-02.jpg 700w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2016/11/blog_301116-02-300x157.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<table style="height: 75px;" width="566">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: left;" width="163"> Artikel ini juga dapat dibaca di  <a href="http://beritagar.id" target="_blank"><img class="alignnone wp-image-2408" src="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-300x57.jpg" alt="beritagar-logo" width="100" height="19" srcset="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-300x57.jpg 300w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-768x146.jpg 768w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-1024x195.jpg 1024w" sizes="(max-width: 100px) 100vw, 100px" /></a>.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Setiap tahun angka pencari kerja di Indonesia selalu tinggi, bahkan terus bertambah. Sayangnya, jumlah SDM yang terserap oleh perusahaan masih jauh dari yang diharapkan. Memang, menemukan talenta yang kompeten di antara ribuan pelamar merupakan pekerjaan yang sulit. Namun ternyata yang lebih sulit lagi adalah mempertahankan mereka!</p>
<p>Pada kenyataannya, mengelola sumber daya manusia dalam perusahaan bukan hanya menjadi tanggung jawab tim HRD, melainkan juga para <em>manager. </em>Apabila perhatian mereka hanya tertuju pada target dan keuntungan perusahaan, bisa-bisa karyawan jadi merasa tidak nyaman sehingga satu per satu kabur meninggalkan perusahaan.</p>
<p>Dicap sebagai perusahaan dengan <strong><a href="http://blog.id.jobplanet.com/turn-over-karyawan-tinggi-bagaimana-cara-mengendalikannya/" target="_blank"><em>turnover</em> tinggi</a></strong> bukanlah suatu pencapaian yang membanggakan. Karena itu, sebelum karyawan-karyawan terbaik Anda mulai melirik dan dilirik perusahaan lain, pertahankanlah keberadaan mereka dengan lima cara berikut:</p>
<p><strong>1. Jadi pendengar yang baik</strong></p>
<p>Komunikasi adalah kunci penting dalam hubungan atasan dan bawahan. Sayangnya, banyak yang menganggap hal ini sebagai formalitas sehingga tidak memaksimalkan komunikasi dua arah. Alhasil, para atasan hanya memberi perintah tanpa menyiapkan telinga untuk mendengar saran dan pendapat bawahannya.</p>
<p>Sebagai aset yang berharga, suara karyawan punya peran berarti bagi kelangsungan perusahaan. Membiarkan mereka merasa terkekang untuk meluapkan isi kepalanya adalah suatu kesalahan besar. Padahal, dengan cara itulah perusahaan bisa memperbaiki diri serta meraih kesuksesan.</p>
<p><strong>2. Peka pada keadaan</strong></p>
<p>Setiap karyawan harus punya kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan kerjanya. Ketika performa bawahan Anda menurun dari biasanya, lihatlah ke segala sisi. Amati semua faktor yang menjadi sumber motivasi karyawan dan temukan akar persoalannya. Apakah karena <strong><a href="https://id.jobplanet.com/salaries/cover?utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=mempertahankan_karyawan_terbaik&amp;utm_source=blog" target="_blank">gaji yang kecil</a></strong>, pekerjaan yang monoton, atau karena merasa kurang dihargai?</p>
<p>Ada banyak hal yang terlihat remeh, namun sebenarnya cukup krusial sehingga harus segera ditangani sebelum datang masalah yang lebih besar. <em>Nah, </em>jika Anda peka pada keadaan lingkungan kerja, masalah <em>turnover</em> tak perlu jadi kekhawatiran.</p>
<p><strong>3. Mengakui hasil kerja</strong></p>
<p>Pengakuan atas hasil kerja karyawan adalah salah satu faktor penentu keputusan karyawan untuk bertahan di suatu perusahaan. Tanpa itu, mereka bisa mengalami krisis motivasi yang pada akhirnya berimbas pada performa berikutnya. Kalau ini terus terjadi, bukankah perusahaan juga yang rugi?</p>
<p>Ada banyak cara untuk menunjukkan penghargaan pada karyawan. Tidak melulu lewat kenaikan jabatan atau gaji saja, mereka juga butuh dukungan verbal, seperti pernyataan “<em>good job!” </em>atau ucapan terima kasih. Meski sederhana, namun tindakan tersebut sangat berarti bagi karyawan.</p>
<p><strong>4. Beri ruang untuk berkembang</strong></p>
<p>Perusahaan harus sadar bahwa tidak semua orang mengejar materi. Faktanya, banyak karyawan yang terdorong untuk pindah kerja bukan karena tergoda “nilai penawaran” yang lebih tinggi, tapi karena mereka merasa ruang untuk berkembang di perusahaan saat ini dibatasi. Mereka lantas dilanda rasa jenuh karena tak ada lagi yang bisa dicapai.</p>
<p>Tak ada karyawan berprestasi yang mau diam di satu posisi melakukan pekerjaan yang sama terus menerus. Mereka akan selalu mencari cara untuk memperdalam ilmu, mengasah keahlian baru, dan menantang kemampuan dirinya. <em>Nah, </em>agar sukses merebut hati mereka, pastikan Anda bisa memfasilitasi hal tersebut.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com/4-kunci-utama-mempertahankan-karyawan-terbaik/">4 Kunci Utama Mempertahankan Karyawan Terbaik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com">Jobplanet Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			</item>
		<item>
		<title>Turn Over Karyawan Tinggi, Bagaimana Cara Mengendalikannya?</title>
		<link>https://blog.id.jobplanet.com/turn-over-karyawan-tinggi-bagaimana-cara-mengendalikannya/</link>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2016 04:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jobplanet]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Karir]]></category>
		<category><![CDATA[HRD]]></category>
		<category><![CDATA[karirt]]></category>
		<category><![CDATA[rekrutmen]]></category>
		<category><![CDATA[resign]]></category>
		<category><![CDATA[tanggung jawab hrd]]></category>
		<category><![CDATA[team building]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[tips hrd]]></category>
		<category><![CDATA[tips karir]]></category>
		<category><![CDATA[tugas HRD]]></category>
		<category><![CDATA[turn over]]></category>
		<category><![CDATA[turn over karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[turn over tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[turnover]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.id.jobplanet.com/?p=2393</guid>
		<description><![CDATA[<p> Artikel ini juga dapat dibaca di  . Bagi HRD, merekrut karyawan yang kompeten bukanlah pekerjaan mudah. Namun, ternyata ada hal lain yang lebih sulit lagi untuk dilakukan, yakni mempertahankannya. Bersama dengan seluruh jajaran manajemen, HRD punya tanggung jawab untuk mencegah tingginya turnover alias arus keluar masuk karyawan. Sebab, ketika satu per satu karyawan meninggalkan perusahaan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com/turn-over-karyawan-tinggi-bagaimana-cara-mengendalikannya/">Turn Over Karyawan Tinggi, Bagaimana Cara Mengendalikannya?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com">Jobplanet Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2394" src="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2016/11/blog_171116-02.jpg" alt="turn over karyawan tinggi" srcset="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2016/11/blog_171116-02.jpg 701w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2016/11/blog_171116-02-300x157.jpg 300w" sizes="(max-width: 701px) 100vw, 701px" /></p>
<table style="height: 75px;" width="566">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: left;" width="163"> Artikel ini juga dapat dibaca di  <a href="http://beritagar.id" target="_blank"><img class="alignnone wp-image-2408" src="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-300x57.jpg" alt="beritagar-logo" width="100" height="19" srcset="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-300x57.jpg 300w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-768x146.jpg 768w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-1024x195.jpg 1024w" sizes="(max-width: 100px) 100vw, 100px" /></a>.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Bagi <a href="http://blog.id.jobplanet.com/suka-duka-karyawan-hrd/" target="_blank"><strong>HRD</strong></a>, merekrut karyawan yang kompeten bukanlah pekerjaan mudah. Namun, ternyata ada hal lain yang lebih sulit lagi untuk dilakukan, yakni mempertahankannya.</p>
<p>Bersama dengan seluruh jajaran manajemen<em>, </em>HRD punya tanggung jawab untuk mencegah tingginya <em>turnover </em>alias arus keluar masuk karyawan. Sebab, ketika satu per satu karyawan meninggalkan perusahaan, bukan tak mungkin karyawan lain merasakan imbasnya dan ikut terpengaruh.</p>
<p>Lalu, bagaimana caranya perusahaan mengendalikan isu <em>turnover </em>karyawan agar tidak semakin berkepanjangan? Berikut ini jawabannya:</p>
<ul>
<li><strong>Introspeksi diri</strong></li>
</ul>
<p>Masalah internal perusahaan dapat menjadi pemicu tingginya <em>turnover </em>karyawan, dan hal ini tak bisa disangkal oleh perusahaan. Karena itu, perusahaan perlu melakukan introspeksi untuk menemukan sumber masalah. Apa kira-kira yang membuat banyak karyawannya ‘kabur’? Apa karena terbatasnya kesempatan berkarier, insentif yang kurang, atau gaya kepemimpinan atasan yang buruk?</p>
<p>Membaca <em>review </em>para karyawan yang dituliskan di <a href="https://id.jobplanet.com/reviews?utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=turn_over_karyawan_tinggi&amp;utm_source=blog" target="_blank"><strong>Jobplanet</strong></a> bisa menjadi salah satu cara untuk mengetahui keinginan dan harapan karyawan. Dari situ, perusahaan bisa segera berbenah diri dan menekan masalah <em>turn over</em> yang tinggi.</p>
<ul>
<li><strong>Menunjukkan apresiasi</strong></li>
</ul>
<p>Tidak sedikit karyawan yang memutuskan <em>resign </em>karena merasa kerja kerasnya kurang dihargai. Anda mungkin merasa sudah memberi gaji yang tinggi, tapi nyatanya materi tak selalu cukup untuk mempertahankan karyawan di perusahaan. Justru terkadang hal-hal sederhana seperti pujian atau ucapan terima kasih lebih berarti di mata karyawan.</p>
<p>Tidak hanya itu, melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan juga merupakan bentuk apresiasi yang tepat. Selain membuktikan bahwa suara mereka didengarkan, karyawan pun jadi merasa punya peran penting bagi kelangsungan perusahaan.</p>
<ul>
<li><strong>Mendekati karyawan</strong></li>
</ul>
<p>Menyadari situasi perusahaan yang perlahan ditinggalkan oleh karyawan-karyawan terbaiknya sering kali menimbulkan tekanan bagi karyawan lain. Alih-alih bersemangat kerja, mereka justru makin terdorong untuk mengikuti jejak kawannya meninggalkan perusahaan. Lantas, bagaimana cara memotivasi karyawan agar betah di perusahaan?</p>
<p>Melakukan pendekatan emosional merupakan salah satu solusi terbaik. Misalnya, dengan mengadakan sesi <em>one-on-one </em>antara atasan dan bawahan. Selain membuat karyawan merasa diperhatikan, kegiatan ini juga memungkinkan perusahaan untuk menerima masukan yang bisa mengatasi isu <em>turnover</em>.</p>
<ul>
<li><strong>Mengadakan <em>team building</em></strong></li>
</ul>
<p>Di kala motivasi karyawan sedang menurun lantaran banyak rekan kerjanya yang <em>resign</em>, salah besar jika perusahaan malah menambah beban kerja mereka. Sebaliknya, akan lebih baik jika perusahaan merencakan kegiatan yang positif dan menghibur berupa <em>team building</em> untuk memotivasi karyawan.</p>
<p>Tak hanya melepas penat, kegiatan <em>team building </em>juga dapat mempererat keakraban antara atasan dan bawahan. <em>Nah, </em>jika usaha ini berhasil, niscaya isu <em>turnover </em>tak akan memengaruhi karyawan lain untuk meninggalkan perusahaan.</p>
<p>Semoga artikel ini bermanfaat, terutama bagi rekan-rekan HRD!</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com/turn-over-karyawan-tinggi-bagaimana-cara-mengendalikannya/">Turn Over Karyawan Tinggi, Bagaimana Cara Mengendalikannya?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com">Jobplanet Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			</item>
	</channel>
</rss>
