<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://blog.id.jobplanet.com/wp-content/plugins/xslt/template.xsl"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>curriculum vitae &#8211; Jobplanet Blog</title>
	<atom:link href="http://blog.id.jobplanet.com/tag/curriculum-vitae/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://blog.id.jobplanet.com</link>
	<description>Info Gaji, Review Perusahaan dan Interview</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Dec 2017 08:00:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.9.29</generator>

<image>
	<url>http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2017/03/cropped-icon-logo-32x32.png</url>
	<title>curriculum vitae &#8211; Jobplanet Blog</title>
	<link>https://blog.id.jobplanet.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tiga Jenis CV yang Populer di Kalangan Pencari Kerja</title>
		<link>https://blog.id.jobplanet.com/tiga-jenis-cv-yang-populer-di-kalangan-pencari-kerja/</link>
		<pubDate>Thu, 23 Mar 2017 03:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jobplanet]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Posts]]></category>
		<category><![CDATA[contoh CV]]></category>
		<category><![CDATA[curriculum vitae]]></category>
		<category><![CDATA[CV]]></category>
		<category><![CDATA[cv kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[jenis cv]]></category>
		<category><![CDATA[template cv gratis]]></category>
		<category><![CDATA[tips karir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.id.jobplanet.com/?p=3433</guid>
		<description><![CDATA[<p> Artikel ini juga dapat dibaca di  . Semakin hari kegiatan berburu pekerjaan alias job hunting semakin berkembang. Mulai dari surat lamaran yang tak mesti dikirim lewat pos, job fair yang mulai diadakan secara online, serta pilihan jenis CV yang kian beragam. Tidak lagi seperti dulu di mana para pencari kerja hanya menggunakan template CV “standar” [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com/tiga-jenis-cv-yang-populer-di-kalangan-pencari-kerja/">Tiga Jenis CV yang Populer di Kalangan Pencari Kerja</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com">Jobplanet Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-3435 aligncenter" src="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2017/03/blog_230317-02.jpg" alt="Tiga Jenis CV yang Populer di Kalangan Pencari Kerja" srcset="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2017/03/blog_230317-02.jpg 700w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2017/03/blog_230317-02-300x157.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<table style="height: 75px;" width="566">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: left;" width="163"> Artikel ini juga dapat dibaca di  <a href="http://beritagar.id" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><img class="alignnone wp-image-2408" src="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-300x57.jpg" alt="beritagar-logo" width="100" height="19" srcset="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-300x57.jpg 300w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-768x146.jpg 768w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-1024x195.jpg 1024w" sizes="(max-width: 100px) 100vw, 100px" /></a>.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Semakin hari kegiatan berburu pekerjaan alias <em>job hunting </em>semakin berkembang. Mulai dari surat lamaran yang tak mesti dikirim lewat pos, <em>job fair </em>yang mulai diadakan secara <em>online</em>, serta pilihan jenis CV yang kian beragam. Tidak lagi seperti dulu di mana para pencari kerja hanya menggunakan <em>template </em>CV “standar” yang menampilkan riwayat hidup dalam rupa teks, kini mereka dihadapkan pada berbagai pilihan, tergantung perusahaan dan jenis pekerjaan yang mereka lamar.</p>
<p><em>Nah</em>, berikut ini tiga jenis CV yang populer di kalangan pencari kerja:</p>
<p><strong>1. CV Formal</strong></p>
<p>Yang dimaksud dengan CV formal adalah CV dengan tampilan standar dan tanpa sentuhan kreasi apapun. CV jenis ini bisa dengan mudah dibuat dalam format dokumen, tanpa membutuhkan <em>software</em> desain khusus. Meski terkesan kaku, tapi CV formal memberikan kesan resmi dan profesional. Informasi yang tertulis juga tampak lebih jelas dan mudah dipahami.</p>
<p>CV formal sangat direkomendasikan bagi pencari kerja yang ingin melamar ke suatu lembaga atau instansi resmi. Misalnya, instansi pemerintahan atau perusahaan BUMN. Bahkan, beberapa instansi pemerintahan sudah menyediakan <em>template</em> CV formal untuk dilengkapi oleh pelamar. <em>Template</em> tersebut digunakan untuk memastikan bahwa setiap informasi yang dibutuhkan oleh <em>recruiter </em>diisi oleh pelamar.</p>
<p><strong>2. CV Semi-formal</strong></p>
<p>Sedikit berbeda dari CV formal, tampilan CV semi-formal biasanya lebih bervariasi dan tidak terpaku pada <em>template </em>tertentu. Pelamar masih bisa menambahkan desain sederhana pada CV jenis ini. Selama tidak terlalu mencolok, rapi, serta dikemas dengan menarik, sedikit kreasi pada CV tersebut tentunya tak akan membuat pelamar terkesan tidak profesional. Sebaliknya, desain minimalis pada CV justru bisa memberi nilai tambah bagi pelamar.</p>
<p><strong>3. CV Kreatif</strong></p>
<p>Mengikuti perkembangan di era <a href="http://blog.id.jobplanet.com/3-pelajaran-berharga-yang-wajib-diketahui-karyawan-milenial/" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>milenial</strong></a>, kini berbagai perusahaan—khususnya <em>startup </em>alias perusahaan rintisan—lebih memberikan kebebasan kepada pelamar. Ketimbang “menjual” <em>skill </em>dan pengalaman mereka dengan cara konvensional, kini para pelamar bisa lebih banyak berkreasi dengan CV mereka. Salah satunya, dengan membuat CV kreatif.</p>
<p>CV kreatif umumnya mengandung banyak sentuhan desain yang unik dan menarik, tapi tidak terlalu berlebihan. Biasanya, CV ini dibuat menggunakan <em>software </em>khusus. Bagi pelamar di bidang desain, jenis CV ini amat dianjurkan sebagai sarana untuk memamerkan keahlian desain mereka. Meski demikian, tentu saja informasi utama tentang latar belakang, pengalaman, serta keahlian si pelamar harus tetap tersampaikan dengan baik.</p>
<p>Sekalipun Anda tidak melamar untuk posisi di bidang desain, Anda tetap bisa <em>kok </em>membuat CV kreatif. Justru kreatifitas yang tampak dalam CV Anda bisa menarik perhatian <em>recruiter</em> atau perusahaan—membuat Anda tampak berbeda dari pelamar lainnya. Apa lagi jika Anda melamar kerja di <em>startup</em>, yang mulai meninggalkan cara perekrutan lama.</p>
<p>Tenang saja, Anda tak perlu piawai mengoperasikan <em>software </em>desain, karena sekarang sudah banyak <strong><a href="http://blog.id.jobplanet.com/7-situs-penyedia-template-cv-gratis-dan-kreatif/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">situs web penyedia <em>template</em> CV gratis</a>.</strong> Hanya dengan cara yang mudah dan praktis, Anda bisa langsung mendapatkan CV kreatif yang diinginkan. Tapi awas, jangan sampai karena terlalu asyik membuat CV, Anda sampai lupa mempersiapkan diri untuk menghadapi <a href="https://id.jobplanet.com/interviews/cover?utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=tiga_jenis_cv&amp;utm_source=blog" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong><em>interview</em></strong></a> ya!</p>
<style type="text/css">.sg-popup-overlay-2,
					.sg-popup-content-2 {
						z-index: 9999 !important;
					}
					#sg-popup-content-wrapper-2 {
						padding: 0px !important;
					}</style><script type='text/javascript'>SG_POPUP_DATA[2] ={"id":"2","title":"Apps","type":"html","effect":"No effect","0":"width","1":"656px","height":"430px","delay":5,"duration":1,"2":"initialWidth","3":"","initialHeight":"","width":"656px","escKey":"on","isActiveStatus":"on","scrolling":"on","scaling":"","reposition":"on","overlayClose":"on","reopenAfterSubmission":"","contentClick":"on","content-click-behavior":"close","click-redirect-to-url":"","redirect-to-new-tab":"","opacity":"0.8","popup-background-opacity":"1","sgOverlayColor":"","sg-content-background-color":"","popupFixed":"","fixedPostion":"","popup-dimension-mode":"responsiveMode","popup-responsive-dimension-measure":"auto","maxWidth":"","maxHeight":"","initialWidth":"","closeButton":"on","theme":"colorbox6.css","sgTheme3BorderColor":"","sgTheme3BorderRadius":"0","onScrolling":"","inActivityStatus":"","inactivity-timout":"0","beforeScrolingPrsent":0,"forMobile":"","openMobile":"","repeatPopup":"","popup-appear-number-limit":"1","save-cookie-page-level":"","autoClosePopup":"","countryStatus":"","showAllPages":"all","allPagesStatus":"","allPostsStatus":"","allCustomPostsStatus":"","allSelectedPages":"","showAllPosts":"all","showAllCustomPosts":"all","allSelectedPosts":"","allSelectedCustomPosts":"","posts-all-categories":"","all-custom-posts":"","sg-user-status":"","loggedin-user":"true","popup-timer-status":"","popup-schedule-status":"","popup-start-timer":"Mar 21 17 11:13","popup-finish-timer":"","schedule-start-weeks":"","schedule-start-time":"11:13","schedule-end-time":"","allowCountries":"","countryName":"","countryIso":"","disablePopup":"","disablePopupOverlay":"","popupClosingTimer":"","yesButtonLabel":"","noButtonLabel":"","restrictionUrl":"","yesButtonBackgroundColor":"","noButtonBackgroundColor":"","yesButtonTextColor":"","noButtonTextColor":"","yesButtonRadius":0,"noButtonRadius":0,"sgRestrictionExpirationTime":0,"restrictionCookeSavingLevel":"","pushToBottom":"","onceExpiresTime":"7","sgOverlayCustomClasss":"sg-popup-overlay","sgContentCustomClasss":"sg-popup-content","popup-z-index":"9999","theme-close-text":"Close","socialButtons":"{\u0022sgTwitterStatus\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgFbStatus\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgEmailStatus\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgLinkedinStatus\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgGoogleStatus\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgPinterestStatus\u0022:\u0022\u0022,\u0022pushToBottom\u0022:\u0022\u0022}","socialOptions":"{\u0022sgSocialTheme\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgSocialButtonsSize\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgSocialLabel\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgSocialShareCount\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgRoundButton\u0022:\u0022\u0022,\u0022fbShareLabel\u0022:\u0022\u0022,\u0022lindkinLabel\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgShareUrl\u0022:\u0022\u0022,\u0022shareUrlType\u0022:\u0022\u0022,\u0022googLelabel\u0022:\u0022\u0022,\u0022twitterLabel\u0022:\u0022\u0022,\u0022pinterestLabel\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgMailSubject\u0022:\u0022\u0022,\u0022sgMailLable\u0022:\u0022\u0022}","countdownOptions":"{\u0022pushToBottom\u0022:\u0022\u0022,\u0022countdownNumbersBgColor\u0022:\u0022\u0022,\u0022countdownNumbersTextColor\u0022:\u0022\u0022,\u0022sg-due-date\u0022:\u0022\u0022,\u0022countdown-position\u0022:\u0022\u0022,\u0022counts-language\u0022:\u0022\u0022,\u0022sg-time-zone\u0022:\u0022\u0022,\u0022sg-countdown-type\u0022:\u0022\u0022,\u0022countdown-autoclose\u0022:\u0022\u0022}","exitIntentOptions":"{\u0022exit-intent-type\u0022:\u0022\u0022,\u0022exit-intent-expire-time\u0022:\u0022\u0022,\u0022exit-intent-alert\u0022:\u0022\u0022}","videoOptions":"{\u0022video-autoplay\u0022:\u0022\u0022}","fblikeOptions":"{\u0022fblike-like-url\u0022:\u0022\u0022,\u0022fblike-layout\u0022:\u0022\u0022}","html":"\u003Cp\u003E\u003Ca href=\u0022https:\/\/id.jobplanet.com\/forum?forum_topic_id=1\u0022 target=\u0022_blank\u0022 rel=\u0022noopener noreferrer\u0022\u003E\u003Cimg class=\u0022aligncenter wp-image-4824 size-full\u0022 src=\u0022http:\/\/blog.id.jobplanet.com\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/popupbanner_blog_forum1.jpg\u0022 alt=\u0022forum karir\u0022 width=\u0022468\u0022 height=\u0022302\u0022 \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E","customEvent":"0"};</script><script type="text/javascript">

			sgAddEvent(window, 'load',function() {
				var sgPoupFrontendObj = new SGPopup();
				sgPoupFrontendObj.popupOpenById(2)
			});
		</script>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com/tiga-jenis-cv-yang-populer-di-kalangan-pencari-kerja/">Tiga Jenis CV yang Populer di Kalangan Pencari Kerja</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com">Jobplanet Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			</item>
		<item>
		<title>Ingin Kembali Bekerja Setelah Lama Vakum? Pikirkan Dulu 4 Hal Ini</title>
		<link>https://blog.id.jobplanet.com/ingin-kembali-bekerja-setelah-lama-vakum-pikirkan-dulu-4-hal-ini/</link>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2016 04:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jobplanet]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Karir]]></category>
		<category><![CDATA[bekerja freelance]]></category>
		<category><![CDATA[curriculum vitae]]></category>
		<category><![CDATA[freelance]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[kisi-kisi interview]]></category>
		<category><![CDATA[kisi-kisi wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[menulis CV]]></category>
		<category><![CDATA[resign]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[tips karir]]></category>
		<category><![CDATA[tips membuat cv]]></category>
		<category><![CDATA[tips wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.id.jobplanet.com/?p=2212</guid>
		<description><![CDATA[<p>&#160;  Artikel ini juga dapat dibaca di  . Selain untuk mengejar pendidikan, keputusan vakum dari pekerjaan umumnya menjadi pilihan para wanita karier yang sudah menikah dan memiliki anak. Meskipun di antara mereka ada yang kembali bekerja setelah cutinya berakhir, namun tak sedikit pula yang memilih untuk resign untuk fokus mengurus keluarga. Jika Anda salah satu mantan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com/ingin-kembali-bekerja-setelah-lama-vakum-pikirkan-dulu-4-hal-ini/">Ingin Kembali Bekerja Setelah Lama Vakum? Pikirkan Dulu 4 Hal Ini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com">Jobplanet Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><img class="aligncenter wp-image-2257 size-full" src="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2016/10/blog_201016_wmn-02.jpg" alt="Ingin Kembali Bekerja Setelah Lama Vakum? Pikirkan Dulu 4 Hal Ini" width="700" height="367" srcset="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2016/10/blog_201016_wmn-02.jpg 700w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2016/10/blog_201016_wmn-02-300x157.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<table style="height: 75px;" width="566">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: left;" width="163"> Artikel ini juga dapat dibaca di  <a href="http://beritagar.id" target="_blank"><img class="alignnone wp-image-2408" src="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-300x57.jpg" alt="beritagar-logo" width="100" height="19" srcset="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-300x57.jpg 300w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-768x146.jpg 768w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-1024x195.jpg 1024w" sizes="(max-width: 100px) 100vw, 100px" /></a>.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Selain untuk mengejar pendidikan, keputusan vakum dari pekerjaan umumnya menjadi pilihan para wanita karier yang sudah menikah dan memiliki anak. Meskipun di antara mereka ada yang kembali bekerja setelah cutinya berakhir, namun tak sedikit pula yang memilih untuk <em>resign</em> untuk fokus mengurus keluarga.</p>
<p>Jika Anda salah satu mantan karyawan yang sudah lama <em>resign </em>demi keluarga<em>, </em>keinginan untuk kembali bekerja bisa saja kembali datang menghampiri. Namun sebelum Anda mengambil keputusan, alangkah baiknya jika Anda pikirkan dulu empat hal berikut:</p>
<p><strong>1. Diskusi dengan pasangan</strong></p>
<p>Sebelum memulai pencarian kerja, pastikan keputusan Anda untuk kembali berkarier sudah disepakati bersama pasangan. Pasalnya, akan ada banyak penyesuaian yang harus dilakukan sekembalinya Anda menjadi seorang karyawan. Belum lagi jika selama vakum seluruh keperluan rumah tangga Anda tangani sendiri.</p>
<p>Membagi waktu, tenaga, dan pikiran untuk keluarga serta karier tentu butuh pertimbangan matang. Anda harus memikirkan kesiapan meninggalkan anak, hingga kebutuhan untuk menyewa asisten rumah tangga untuk mengurus rumah. Akan tetapi, jika memang belum siap, Anda tak perlu terburu-buru melakukannya.</p>
<p><strong>2. Pilihan karier</strong></p>
<p>Kalau sudah yakin dengan keputusan Anda, kini saatnya menentukan apa yang ingin dikerjakan. Kembali ke pekerjaan terakhir tentu bukan satu-satunya pilihan. Anda justru bebas menelusuri peluang di perusahaan maupun bidang lain. Bahkan bekerja secara <a href="http://blog.id.jobplanet.com/bekerja-freelance-memang-asyik-tapi-ini-dia-tantangan-terberatnya/" target="_blank"><strong><em>freelance</em></strong></a> dapat menjadi alternatif jika tetap ingin punya banyak waktu di rumah.</p>
<p>Ke manapun Anda menjatuhkan pilihan, Anda harus tahu konsekuensi masing-masing. Ingat, latar belakang Anda yang sempat menganggur lama sudah cukup berpengaruh terhadap penilaian <em>recruiter. </em>Jadi setelah menentukan karier yang ingin digeluti, pastikan Anda punya bekal pengalaman yang bisa ditawarkan kepada perusahaan.</p>
<p><strong>3. Asah keahlian</strong></p>
<p>Untuk meningkatkan nilai jual Anda, tak ada salahnya berusaha sedikit lebih keras sebelum bersaing dengan pencari kerja lain. Dengan membaca artikel-artikel yang bermanfaat, serta mengikuti kursus <em>online,</em> misalnya<em>, </em>Anda sudah bisa mempertajam wawasan serta mengasah keahlian yang sedang dibutuhkan di pasar tenaga kerja. Perusahaan pun akan lebih yakin bahwa Anda kandidat yang layak diperhitungkan.</p>
<p><strong>4. Tetap memukau saat wawancara kerja</strong></p>
<p>Anda mungkin sudah lupa rasanya ikut seleksi masuk perusahaan. Mulai dari proses <a href="http://blog.id.jobplanet.com/cara-membuat-cv-agar-dilirik-hrd/" target="_blank"><strong>membuat CV</strong></a>, hingga menjalani <a href="http://blog.id.jobplanet.com/amati-4-hal-ini-saat-melakukan-wawancara-kerja/" target="_blank"><strong>wawancara kerja</strong></a>. Meski demikian, Anda tetap bisa <em>kok</em> tampil memukau di hadapan perusahaan.</p>
<p>Sebelum hari wawancara tiba, luangkanlah waktu yang cukup untuk mempelajari <a href="https://id.jobplanet.com/interviews/cover?utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=vakum_bekerja&amp;utm_source=blog" target="_blank"><strong>kisi-kisi pertanyaan</strong></a> di perusahaan yang Anda tuju. Dari situ Anda bisa menyiapkan jawaban terbaik, kemudian berlatih menjawab hingga terbiasa<em>. </em>Di hadapan wawancara, perlihatkan keseriusan Anda untuk bekerja kembali, lalu yakinkan ia bahwa Anda mampu menjaga profesionalitas sebagai wanita karier sekaligus ibu rumah tangga.</p>
<p>Semoga tips dari <a href="https://id.jobplanet.com/reviews?utm_medium=artikel&amp;utm_campaign=vakum_bekerja&amp;utm_source=blog" target="_blank"><strong>Jobplanet</strong></a> ini bermanfaat!</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com/ingin-kembali-bekerja-setelah-lama-vakum-pikirkan-dulu-4-hal-ini/">Ingin Kembali Bekerja Setelah Lama Vakum? Pikirkan Dulu 4 Hal Ini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com">Jobplanet Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			</item>
		<item>
		<title>Hal Menyebalkan yang Sering Dilakukan HRD kepada Calon Karyawan</title>
		<link>https://blog.id.jobplanet.com/hal-menyebalkan-yang-sering-dilakukan-hrd-kepada-calon-karyawan/</link>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2016 03:30:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Jobplanet]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Posts]]></category>
		<category><![CDATA[curriculum vitae]]></category>
		<category><![CDATA[CV]]></category>
		<category><![CDATA[gaji hrd]]></category>
		<category><![CDATA[HRD]]></category>
		<category><![CDATA[info lowongan]]></category>
		<category><![CDATA[interview kerja]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[negosiasi gaji]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan interview]]></category>
		<category><![CDATA[pewawancara]]></category>
		<category><![CDATA[recruiter]]></category>
		<category><![CDATA[rekrutmen]]></category>
		<category><![CDATA[seleksi masuk]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[tips interview]]></category>
		<category><![CDATA[tips karir]]></category>
		<category><![CDATA[tips nego gaji]]></category>
		<category><![CDATA[tips wawancara kerja]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.id.jobplanet.com/?p=1588</guid>
		<description><![CDATA[<p> Artikel ini juga dapat dibaca di  . Kalau Anda sering menghadapi proses rekrutmen atau seleksi masuk perusahaan, pasti Anda sudah bertemu dengan beragam karakter HRD atau recruiter. Biasanya merekalah yang menjadi gerbang awal dari perjalanan Anda memasuki sebuah perusahaan. Mereka yang menyaring CV, berkomunikasi dengan kandidat, melakukan interview, hingga melanjutkan proses hingga tahap negosiasi gaji. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com/hal-menyebalkan-yang-sering-dilakukan-hrd-kepada-calon-karyawan/">Hal Menyebalkan yang Sering Dilakukan HRD kepada Calon Karyawan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com">Jobplanet Blog</a>.</p>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter wp-image-1620 size-full" src="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2016/07/hrd-01-e1467360710784.jpg" alt="hal menyebalkan yang sering dilakukan hrd kepada calon karyawan" width="700" height="366" /></p>
<table style="height: 75px;" width="566">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: left;" width="163"> Artikel ini juga dapat dibaca di  <a href="http://beritagar.id" target="_blank"><img class="alignnone wp-image-2408" src="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-300x57.jpg" alt="beritagar-logo" width="100" height="19" srcset="http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-300x57.jpg 300w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-768x146.jpg 768w, http://blog.id.jobplanet.com/wp-content/uploads/2015/12/Beritagar-logo-1024x195.jpg 1024w" sizes="(max-width: 100px) 100vw, 100px" /></a>.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Kalau Anda sering menghadapi proses rekrutmen atau seleksi masuk perusahaan, pasti Anda sudah bertemu dengan beragam karakter HRD atau <em>recruiter</em>. Biasanya merekalah yang menjadi gerbang awal dari perjalanan Anda memasuki sebuah perusahaan. Mereka yang menyaring CV, berkomunikasi dengan kandidat, melakukan <em>interview, </em>hingga melanjutkan proses hingga tahap negosiasi gaji.</p>
<p>Menangani jumlah kandidat atau calon karyawan yang tidak sedikit tentu bukan hal yang mudah. Namun, tanpa sadar para HRD ini kerap melakukan hal-hal yang menyebalkan di mata calon karyawan. Berikut di antaranya:</p>
<p><strong>1. Tidak memberi informasi yang jelas</strong></p>
<p>Undangan seleksi, baik <em>interview </em>maupun yang lainnya, idealnya meliputi segala informasi yang wajib diketahui kandidat, termasuk apa saja yang perlu mereka siapkan sebelum hari “H”. Informasi yang tidak jelas atau kurang lengkap dapat merugikan para kandidat dan membuat mereka kurang maksimal dalam melakukan persiapan. Dalam hal ini, sebenarnya perusahaan pun ikut dirugikan dalam hal waktu, karena harus menghadapi kandidat yang tak siap menghadapi <em>interview</em>.</p>
<p><strong>2. Tidak menghargai waktu</strong></p>
<p>Pernahkah Anda dibiarkan menunggu hingga berjam-jam dari jadwal seleksi yang disepakati? Anda hanya bisa menanti dengan penuh ketidakjelasan, karena tak ada yang memberitahu berapa lama lagi seleksi akan dimulai. Situasi seperti ini harusnya dapat dihindari. Sekalipun ada perubahan waktu, mestinya pihak perusahaan menginformasikannya kepada kandidat.</p>
<p><strong>3. Tidak fokus selama <em>interview</em></strong></p>
<p>Tujuan utama diadakan <em>interview </em>tentu saja untuk mengenal lebih jauh para kandidat, serta menilai kualifikasi mereka. Namun, cukup banyak juga pewawancara yang malah asyik sendiri atau nampak tidak menyimak jawaban yang diberikan oleh kandidat. Hal itu tak hanya membuat kandidat merasa kurang dihargai, tapi juga khawatir sikap pewawancara akan memengaruhi penilaiannya terhadap mereka.</p>
<p><strong>4. Senang menyerang kandidat</strong></p>
<p>Dalam seleksi <em>interview</em>, pendekatan yang digunakan setiap <em>recruiter </em>untuk menilai kandidat tentu berbeda-beda. <em>Nah, </em>tipe <em>recruiter </em>yang senang menyerang atau menyudutkan kandidat biasanya cenderung membuat suasana <em>interview </em>jadi tidak mengenakkan bahkan menegangkan. Agar selalu siap, lihat di <a href="https://goo.gl/kr6sCU" target="_blank"><strong>sini</strong></a> untuk mengetahui suasana <em>interview </em>termasuk sikap pewawancara di perusahaan tujuan Anda.</p>
<p><strong>5. Menggantungkan harapan</strong></p>
<p>Sejumlah perusahaan biasanya sudah memiliki alur rekrutmen yang jelas agar para kandidat mengetahui batas ekspektasi mereka. Salah satunya dengan memberikan informasi tentang rentang waktu dari setiap tahapan seleksi hingga tanggal pengumuman hasilnya. Perusahaan yang tidak memberikan informasi mengenai hal ini tentunya akan membuat kandidat waswas atau merasa diberikan harapan palsu.</p>
<p>Di satu sisi, memang Anda yang membutuhkan pekerjaan. Tapi, Anda pun harus ingat bahwa perusahaan juga butuh sumber daya manusia untuk menunjang kinerjanya. Walaupun satu posisi mungkin diperebutkan oleh ribuan orang, namun hal ini tidak lantas membenarkan perusahaan atau pihak HRD untuk memperlakukan kandidat dengan seenaknya.</p>
<p>Bagi Anda yang sedang dalam proses pencarian kerja, informasi di <a href="https://goo.gl/kr6sCU" target="_blank"><strong>Jobplanet</strong></a> pasti berguna untuk Anda. Di sana, Anda tidak hanya bisa menemukan kisi-kisi <em>interview, </em>tapi juga testimoni dari para pengguna mengenai pengalaman mereka menjalani proses rekrutmen. Dengan begitu, Anda tak akan kaget kalau proses seleksi di perusahaan incaran Anda memakan waktu berbulan-bulan. Suasana wawancara yang menegangkan pun bukan masalah, karena Anda sudah mengetahuinya sehingga sudah siap mental.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com/hal-menyebalkan-yang-sering-dilakukan-hrd-kepada-calon-karyawan/">Hal Menyebalkan yang Sering Dilakukan HRD kepada Calon Karyawan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://blog.id.jobplanet.com">Jobplanet Blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
			</item>
	</channel>
</rss>
