Untuk Perusahaan: Tips Menumbuhkan Loyalitas Karyawan

 Artikel ini juga dapat dibaca di  beritagar-logo.

“Loyalitas lebih dari sebuah kata. Ia adalah suatu way of life.” – Pongki Pamungkas, Chief of Corporate Communication, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk

 

Kesuksesan perusahaan tidak hanya dilihat dari apa yang dihasilkan, melainkan juga dari orang-orang yang bekerja keras untuk meraih kesuksesan tersebut. Itulah mengapa karyawan disebut sebagai aset terbesar perusahaan. Sehebat apapun produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan, tetap tak akan berhasil tanpa kerja keras karyawannya.

Namun demikian, perlu diingat bahwa aset perusahaan yang satu ini tidak bisa dijamin keberadaannya terus-menerus. Para karyawan bisa sewaktu-waktu meninggalkan perusahaan, baik karena faktor internal maupun eksternal. Maka dari itu, demi kelancaran pekerjaan, perusahaan harus berupaya untuk menjaga loyalitas mereka.

Kebiasaan karyawan kutu loncat untuk berpindah-pindah kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain umumnya dipicu oleh karakter dan kepribadian mereka masing-masing. Meski begitu, bukan berarti hal ini tak bisa dihindari. Kuncinya, perusahaan harus bisa memberi mereka cukup alasan untuk lebih loyal dan bertahan di tempat kerja.

Banyak yang mengira bahwa loyalitas karyawan semata-mata diukur dari gaji yang diberikan perusahaan. Semakin besar gaji yang mereka terima, maka karyawan akan semakin betah bekerja di perusahaan tersebut. Sayangnya, masalah loyalitas tidaklah sesimpel itu. Selain materi, masih banyak faktor lain yang dapat memengaruhi loyalitas karyawan.

Apa saja yang perlu dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan loyalitas karyawannya? Berikut beberapa tips dari Jobplanet:

  1. Libatkan karyawan dalam pengambilan keputusan

Di sejumlah perusahaan, khususnya perusahaan besar, pengambilan keputusan dipegang sepenuhnya oleh para atasan. Karyawan tak punya banyak kesempatan untuk turut andil di dalamnya, melainkan semata-mata mengikuti apa yang diperintahkan. Bahkan, untuk sekadar mengeluarkan pendapat pun sulit.

Ketika karyawan sudah merasa bahwa keberadaan mereka kurang dihargai, maka kemungkinan terburuknya adalah mereka akan mencari perusahaan lain yang bisa memberikan hal tersebut. Pertanyaannya, apakah perusahaan ingin membiarkan hal itu terjadi, atau berusaha membenahi diri untuk mencegah turnover karyawan yang tinggi?

Jika perusahaan ingin menghindari kemungkinan buruk itu, maka hal paling mudah yang bisa dilakukan adalah mengikutsertakan karyawan dalam pengambilan keputusan. Misalnya, ketika sedang meeting, berilah mereka kesempatan untuk mengutarakan opininya akan suatu hal. Dengan begitu, mereka akan merasa dianggap sebagai bagian penting perusahaan.

 

  1. Beri apresiasi atas pencapaian karyawan

Karena karyawan sudah meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk memajukan perusahaan, maka alangkah baiknya jika perusahaan juga memberikan usaha untuk mengapresiasinya. Namun, jangan Anda kira bentuk apresiasi ini hanya berupa gaji atau bonus saja, karena kedua hal itu sudah menjadi hak mereka atas kontribusi yang mereka berikan kepada perusahaan.

Hal yang sering kali dilupakan perusahaan adalah, bahwa karyawan juga butuh diperhatikan. Layaknya harapan seorang anak kepada orang tuanya, para karyawan juga mengharapkan sesuatu yang lebih dari sekadar materi. Bentuk apresiasi secara langsung, seperti ungkapan terima kasih atau pengakuan atas kontribusi dan pencapaian yang memuaskan, sering kali lebih bernilai di mata karyawan.

 

  1. Adakan outing kantor

Kegiatan outing kantor dipercaya dapat membantu para karyawan untuk lebih dekat dan akrab satu sama lain. Pasalnya, selain terbebas untuk sementara waktu dari tanggung jawab pekerjaan, para karyawan juga bisa menikmati suasana baru bersama rekan-rekan kerjanya sambil dihibur oleh beragam acara dan permainan seru.

Melalui kegiatan yang dilakukan sesekali dalam setahun ini, para karyawan punya kesempatan untuk lebih mengenal satu sama lain, sehingga tumbuh rasa kekeluargaan dalam diri mereka. Kegiatan ini memang memakan biaya yang tidak sedikit, tapi dampaknya yang besar akan menjadi investasi bagi perusahaan. Para karyawan akan merasa semakin nyaman, lebih termotivasi untuk kembali bekerja, serta loyalitasnya pun meningkat.

 

  1. Penuhi hak-hak karyawan

Dalam setiap kesepakatan kerja antara karyawan dan perusahaan, terdapat hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak. Dari sisi karyawan, mereka punya tanggung jawab untuk bekerja sesuai harapan perusahaan. Sementara sebagai imbalannya, perusahaan wajib memenuhi hak karyawan dengan memberikan gaji yang layak, fasilitas kerja, tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, dan lain sebagainya.

Ketika hak-haknya disepelekan, jangan harap karyawan dapat bekerja maksimal. Motivasi dan semangat kerja yang menurun tentunya ikut menurunkan performa kerja. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka sampai melakukan aksi mogok kerja atau demo untuk menuntut hak-haknya. Jika sudah begitu, tentunya perusahaan juga yang rugi.

  1. Beri penilaian kerja yang efektif

Menjalin kedekatan dengan karyawan sambil menjaga profesionalisme merupakan hal yang cukup menantang. Perusahaan manapun—dalam hal ini pihak manajemen—harus bisa bersikap objektif terhadap seluruh karyawan. Karena jika sudah ada karyawan-karyawan yang merasa diperlakukan tidak adil, bukan tidak mungkin satu per satu mereka akan mundur meninggalkan perusahaan. Nah, untuk menghindarinya, perusahaan harus menerapkan penilaian kerja yang efektif.

Yang dimaksud dengan penilaian kerja yang efektif adalah ketika perusahaan menilai karyawan berdasarkan pencapaiannya, bukan berdasarkan kedekatan atau rasa suka dan tidak suka. Dalam hal ini, perlu ada standar dan acuan yang jelas bagi para atasan ketika menilai karyawannya. Dengan demikian, tak akan ada karyawan yang merasa dianaktirikan, dan mereka pun dihargai sesuai dengan jerih payah masing-masing.

 

  1. Jenjang karier yang jelas

Salah satu faktor yang menentukan loyalitas karyawan di sebuah perusahaan adalah jenjang karier. Karyawan tak perlu melirik perusahaan lain jika peluang karier di tempat kerja mereka terbuka lebar. Meskipun perlahan, namun kenaikan karier yang jelas dan pasti akan menambah lebih banyak alasan bagi karyawan untuk bertahan.

Kenaikan karier karyawan pastinya harus ditentukan berdasarkan kinerja mereka secara keseluruhan. Faktor penilaian lainnya juga bisa meliputi masa kerja serta sikap karyawan.

 

  1. Selalu beri tantangan

Apabila karyawan terus menerus menunjukkan hasil kerja yang memuaskan, itu artinya mereka perlu diberikan tantangan yang lebih besar. Jangan ragu untuk mendelegasikan pekerjaan tertentu kepada mereka, sebagai bentuk kepercayaan Anda sebagai atasan. Dengan kepercayaan tersebut, maka karyawan tidak akan berpikir untuk pindah kerja dengan alasan jenuh dan ingin mencari tantangan. Apa lagi kalau mereka sampai dipromosi dan mendapat kenaikan gaji. Nah, dengan keberadaan SDM yang semakin kompeten, otomatis perusahaan juga semakin diuntungkan.

Mempertahankan karyawan agar loyal kepada perusahaan memang cukup menantang. Apa lagi tiap karyawan pasti punya prioritas yang berbeda-beda. Namun, dengan mengikuti ketujuh tips di atas, setidaknya perusahaan dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap perusahaan dalam diri para karyawan, serta mengurangi kemungkinan mereka untuk berpaling ke perusahaan lain.

 

Setiap pekerjaan pasti akan terhambat kalau pekerjanya bergonta-ganti terus-menerus. Maka dari itu, perusahaan harus menyadari bahwa loyalitas karyawan merupakan salah satu aset berharga yang harus dijaga. Asalkan mau bersikap terbuka dengan setiap masukan dan keluhan para karyawan, salah satunya dengan membaca review dan pesan kepada manajemen yang mereka tuliskan di Jobplanet, perusahaan pasti bisa memahami kebutuhan dan keinginan mereka.

Semoga tips ini bermanfaat!

Comments

comments