4 Tanda Wawancara Kerja Berjalan Buruk dan Cara Mengatasinya

 Tanda Wawancara Kerja Berjalan Buruk

 Artikel ini juga dapat dibaca di  beritagar-logo.

Siapa sih yang tak ingin mendapat panggilan wawancara di perusahaan idaman? Apa lagi kalau persaingan antarpelamar kerja di perusahaan tersebut terkenal sangat ketat. Segala upaya pasti akan Anda kerahkan, dengan harapan bisa memikat hati pewawancara.

Namun, bagaimana jika wawancara yang dinanti-nanti tidak berjalan sesuai harapan? Untuk mengetahui tindakan apa yang harus Anda ambil, sebaiknya kenali dulu empat tanda wawancara kerja yang berjalan buruk:

1. Pewawancara tampak tidak tertarik

Ketertarikan pewawancara terhadap kandidat bisa terbaca dari gerak-geriknya. Hanya dengan mengamati bahasa tubuhnya, mestinya Anda sudah bisa menangkap sinyal-sinyal positif maupun negatif dari pewawancara. Jadi, seandainya cerita mengenai kemampuan dan prestasi Anda ditanggapi dengan dingin oleh pewawancara, bisa disimpulkan bahwa dia tidak mendapatkan jawaban yang diharapkan.

2. Wawancara terlalu kaku

Wawancara kerja yang ideal tidak terpaku pada daftar pertanyaan saja, melainkan berlangsung dua arah seperti sebuah diskusi. Cara ini paling efektif bagi perusahaan untuk mengenal kandidat lebih jauh, dan begitu juga sebaliknya. Apabila wawancara terasa kaku, bisa jadi penyebabnya karena pewawancara kurang memiliki kualifikasi, atau jawaban Anda kurang memuaskan.

3. Pewawancara melewatkan hal-hal penting

Ketika merekrut karyawan, ada beberapa hal yang hampir pasti ditanyakan atau disampaikan oleh pewawancara. Di antaranya, kapan waktu tercepat kandidat bisa mulai bekerja, serta penjelasan mengenai proses seleksi berikutnya. Apabila kedua hal tersebut dilewatkan oleh pewawancara, ada kemungkinan dia sudah cukup yakin untuk tidak meneruskan proses rekrutmennya dengan Anda.

4. Wawancara berlangsung singkat

Ketika pewawancara memberikan pertanyaan-pertanyaan secara rinci dan mendalam, maka ini peluang yang baik untuk meyakinkan perusahaan bahwa Anda adalah kandidat yang mereka cari. Nah, tipe wawancara seperti ini biasanya paling cepat berlangsung selama 45 sampai 60 menit. Namun, jika belum sampai setengah jam wawancara sudah berakhir, maka kemungkinan Anda telah gagal membuat pewawancara ingin mengenal Anda lebih jauh.

Nah, apabila keempat tanda di atas Anda temui, masih bisakah Anda menyelamatkan wawancara tersebut? Jawabannya, tentu saja bisa! Beberapa hal yang harus Anda lakukan antara lain:

  • Berpikir positif

Untuk mengatasi rasa panik, yang sering kali makin memperburuk jalannya wawancara, berusahalah untuk tenang dan berpikir positif. Kemungkinan gagal memang ada, namun ada kalanya hasilnya justru di luar dugaan. Sebab, bisa jadi sinyal negatif yang Anda tangkap dari pewawancara hanyalah akibat dari ketidakpercayaan diri Anda.

  • Ajukan pertanyaan

Merasa belum sempat unjuk gigi, tapi wawancara sudah berakhir? Jangan berkecil hati! Masih ada satu sesi yang dapat mengubah nasib Anda, yakni ketika pewawancara memberi kandidat kesempatan untuk bertanya. Selama Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang cerdas dan mengesankan, bukan tak mungkin pewawancara jadi berpikir ulang untuk menerima Anda.

  • Jadikan pelajaran

Apapun yang terjadi, akan selalu ada sisi positif dari setiap pengalaman wawancara Anda. Pahami di mana saja letak kesalahan yang Anda buat, dan jadikanlah itu sebagai pelajaran. Jadi, seandainya beruntung dan perusahaan masih memberi Anda kesempatan untuk maju ke tahap berikutnya, Anda tak akan mengulang kesalahan yang sama.

Meskipun suatu kesalahan bisa diperbaiki, tentu akan jauh lebih baik jika Anda dapat menghindarinya. Nah, sebelum apa yang dikhawatirkan setiap pencari kerja terjadi, Anda bisa mengantisipasi hal tersebut dengan mempelajari kisi-kisi pertanyaan wawancara di Jobplanet. Dengan demikian, peluang Anda untuk diterima pasti jauh lebih besar.

 

 

Comments

comments