Punya Atasan yang Pilih Kasih? Begini Cara Menyikapinya

atasan yang pilih kasih

 Artikel ini juga dapat dibaca di  beritagar-logo.

Seorang atasan yang baik harus bisa menjadi panutan bagi bawahannya. Ia tak hanya dituntut untuk bersikap bijak dalam memberikan arahan, tapi juga dalam menilai kinerja karyawan. Sejatinya, karyawan berhak untuk mendapatkan perlakuan yang sama, sehingga atasan harus bisa bersikap adil dan objektif. Atasan boleh memberi pujian atau penghargaan bagi anak buahnya yang berprestasi, serta memberi peringatan kepada yang lalai.

Sayangnya, tak jarang kita temui atasan yang bersikap pilih kasih dan menjadikan karyawan tertentu sebagai anak emas yang selalu diunggulkan di hadapan karyawan lain. Ia tidak sadar bahwa hal itu bisa menjadi bumerang bagi dirinya sendiri, selain membuat karyawan lainnya merasa kurang dihargai.

Jika Anda mengalami hal yang sama—memiliki atasan yang pilih kasih—sikapilah dengan cara-cara berikut:

1. Selesaikan pekerjaan dengan baik

Sebelum menuding bahwa atasan Anda menganakemaskan karyawan lain, alangkah baiknya jika Anda terlebih dahulu memeriksa pekerjaan sendiri. Jangan terburu-buru menarik kesimpulan sebelum yakin bahwa pekerjaan Anda sudah tuntas dengan baik. Sebab, bisa saja atasan terlihat pilih kasih karena Anda tidak memberikan hasil kerja yang layak untuk dihargai.

2. Kenali perasaan Anda

Tanyakan pada diri sendiri, apakah atasan Anda memang bersikap kurang adil ataukah ini hanya perasaan iri saja? Kadang kala rasa iri dan cemburu bisa menimbulkan prasangka buruk pada keberhasilan orang lain. Kalau sudah begini, Anda harus berhati-hati jangan sampai lingkungan kantor jadi tidak kondusif akibat perselisihan antarkaryawan.

3. Buktikan kemampuan diri

Jika perbuatan atasan masih terus berlanjut, tidak ada salahnya Anda bekerja lebih keras untuk membuktikan kemampuan diri yang sesungguhnya. Harapannya, atasan dapat menyadari bahwa ia punya bawahan lain yang juga berkontribusi untuk perusahaan. Dengan begitu, Anda bisa mendapat kesempatan yang sama untuk maju dan berkembang.

4. Bangun komunikasi

Usaha Anda sudah maksimal tapi masih juga tak dihargai? Sudah jelas ada yang tidak beres dengan kepemimpinan atasan Anda. Sesekali bangunlah komunikasi dengannya untuk mengetahui pendapatnya tentang kinerja Anda. Mintalah feedback darinya, kemudian kembalilah untuk menanyakan progress yang telah Anda capai. Dengan begitu, atasan dipaksa untuk lebih membuka pikirannya dan memandang karyawan lain secara obyektif, berdasarkan kinerja mereka.

5. Pikir dua kali

Jika segala cara telah dicoba—termasuk melibatkan pihak ketiga seperti HRD—namun tidak juga berhasil, wajar jika terbersit dalam pikiran Anda keinginan untuk mencari kerja di tempat yang lain. Memang betul hanya dengan mengunjungi Jobplanet, Anda sudah bisa menemukan semua informasi tentang berbagai perusahaan, termasuk lowongan pekerjaan dan review perusahaannya. Namun, apa Anda yakin itu keputusan yang tepat? Pikirkan dulu dua kali agar Anda tidak salah langkah.

 

(Artikel ini juga dapat dibaca di Kompas.com)

Comments

comments