Perempuan di Dunia Kerja, Sudahkah Semua Mendapat Kesempatan yang Setara?

Perempuan di Dunia Kerja

 Artikel ini juga dapat dibaca di  beritagar-logo.

Tahukah Anda bahwa tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional? Peringatan Hari Perempuan Internasional merupakan salah satu upaya untuk menghapus diskriminasi gender di dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Meski telah lama dilakukan, namun perjuangan menuntut kesetaraan gender masih belum berakhir. Faktanya, bahkan di zaman yang sudah semakin maju seperti sekarang ini, masih ada praktik diskriminasi terhadap perempuan di dunia kerja. Padahal, keberadaan perempuan di dunia kerja merupakan salah satu aspek penting yang turut menentukan kesuksesan dan kelangsungan sebuah perusahaan.

Nah, sebenarnya seperti apa realita dunia kerja di Indonesia? Masih adakah praktik diskriminasi gender? Berikut salah satu review dari karyawan perempuan yang kurang beruntung:

“Manajemen sumber daya manusia kurang baik, lebih sering menerima lowongan pekerjaan untuk pria dibanding wanita dan jika pekerja wanita akan lebih susah untuk naik jabatan yang lebih tinggi.”

Seperti yang kita ketahui, sebagian besar masyarakat Indonesia masih menganut budaya patriarki. Budaya ini menyebabkan ketimpangan gender yang cukup dirasakan oleh kaum perempuan.

Laporan dari Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Jakarta menyatakan bahwa 48,4% perempuan di Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas tidak aktif secara ekonomi. Sementara, keadaan yang sama hanya dialami oleh 22,4% laki-laki. Dari angka tersebut sudah bisa terlihat dampak kurangnya kesempatan berkarier untuk perempuan. Padahal, keterlibatan perempuan di dunia kerja sangatlah penting, di mana suara mereka juga punya pengaruh terhadap terciptanya suatu kemajuan.

Di samping itu, ketidaksetaraan gender juga kerap berujung pada kekerasan terhadap perempuan. Berdasarkan Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2016, kasus paling banyak yang terjadi di ranah komunitas pada tahun 2016 adalah pemerkosaan (49 kasus), yang kemudian disusul dengan kekerasan di tempat kerja (34 kasus), pelecehan seksual (26 kasus), perdagangan (21 kasus), kejahatan di dunia maya (17 kasus), dan buruh migran (14 kasus). Walaupun masing-masing berjumlah puluhan, namun angka tersebut sudah terbilang cukup banyak. Belum lagi jika ditambah dengan kasus-kasus lain yang belum diadukan ke Komnas Perempuan.

Upaya yang dilakukan untuk mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia

Saat ini, Komnas Perempuan sebagai lembaga yang berwenang terus mengampanyekan kesetaraan gender di Indonesia. Tujuannya untuk mengurangi atau memberantas ketidakadilan HAM yang dialami oleh kaum perempuan. Apa lagi, berdasarkan hasil penelitian Accenture seperti dikutip dari Kompas.com menunjukkan bahwa hambatan terbesar pekerja perempuan di Indonesia adalah minimnya kesempatan dalam mengembangkan karier. Sebanyak 36 persen perempuan tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan karier mereka dan 47 persen mengaku tak mendapatkan kompensasi sepadan.

Meski demikian, berdasarkan survei dan riset yang pernah dilakukan oleh Jobplanet, beberapa bidang pekerjaan justru memberikan rata-rata penghasilan yang lebih besar kepada perempuan. Bidang-bidang pekerjaan tersebut antara lain, engineering serta riset dan pengembangan (R&D).

Hasil riset Jobplanet itu juga menunjukkan bahwa semakin banyak wanita di Indonesia, terutama yang berada di kota besar, sudah mulai diperhitungkan dan dipercaya untuk mengisi berbagai posisi dalam perusahaan, termasuk posisi pada bidang-bidang yang didominasi oleh pria. Selain itu, banyak perusahaan juga sudah mulai mengakui kemampuan wanita dalam bekerja dan memberikan penghargaan yang baik kepada mereka. Tentu ini adalah hal yang baik.

Pada intinya, gerakan kesetaraan gender masih harus terus dilakukan dan harus dimulai dari kesadaran diri setiap orang. Nah, bagi Anda—khususnya para perempuan—yang merasa belum mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengembangkan karier, Anda bisa mulai dengan mencari tahu perusahaan apa yang bisa mewujudkan impian karier Anda, di Jobplanet.

Comments

comments