Apa yang Harus Dilakukan HRD untuk Mengantisipasi Penolakan dari Calon Karyawan?

Anda sedang menghadapi masalah pekerjaan dan punya pertanyaan seputar karier dan dunia kerja? Kirimkan pertanyaan Anda melalui email tanya@jobplanet.com dan dapatkan solusinya dari ahli dan praktisi HR berpengalaman di Jobplanet. Anda juga bisa mendiskusikannya dengan rekan-rekan seprofesi di Forum Jobplanet.


 Artikel ini juga dapat dibaca di  beritagar-logo.

Pertanyaan:

Saya adalah seorang HRD yang dalam beberapa bulan terakhir sibuk menangani karyawan yang keluar-masuk. Di tengah sulitnya mencari kandidat yang qualified, saya justru semakin sering mendapat penolakan dengan berbagai alasan dan terkadang tak masuk akal. Beberapa juga menyatakan bahwa mereka mendapat counter offer dari perusahaan tempat mereka bekerja. Padahal, offer letter untuk mereka sudah disiapkan.

Sebagai yang ahli di bidangnya, menurut Jobplanet dan pakar HRD apa yang harus saya lakukan untuk mengantisipasi kendala dalam perekrutan seperti ini?

 

https://goo.gl/49fjGs

 

Jawaban:

Memang benar bahwa saat ini komitmen bukan lagi sebuah harga mati bagi sejumlah profesional yang mendapatkan penawaran kerja. Bahkan, ada kandidat yang sebelum menandatangani penawaran dari sebuah perusahaan, dia dengan sengaja menunjukkan penawaran tersebut ke perusahaan tempat ia bekerja saat ini, dengan harapan mendapat kenaikan gaji yang jumlahnya sama atau malah melebihi dari yang ditawarkan oleh calon perusahaan baru.

Ketika berhasil mendapatkan jumlah yang diinginkan dari tempat bekerjanya saat ini, maka kandidat tersebut akan menolak penawaran kerja dari perusahaan tersebut, dengan alasan mendapatkan counter offer sehingga memutuskan untuk tidak jadi pindah.

Harus diakui bahwa seiring dengan perubahan yang sedemikian pesat dalam beberapa tahun terakhir ini, dinamika rekrutmen calon pegawai juga semakin meningkat, baik dari sisi kesempatan maupun tantangannya. Dulu penolakan kandidat atas penawaran kerja yang mereka dapatkan nyaris jarang terjadi, tapi beberapa tahun terakhir semakin jamak dihadapi oleh pihak HRD.

Solusi atas permasalahan yang Anda hadapi di atas sebetulnya kembali ke proses seleksi yang dilakukan, namun dengan tetap berusaha memahami apa yang menjadi motivasi utama seorang kandidat untuk pindah ke perusahaan lain, serta berupaya mengetahui aspirasi karier kandidat tersebut ke depannya.

Saat ini bukan hanya perusahaan yang mencari kecocokan dengan si kandidat sebagai calon karyawan, tapi si kandidat sebagai calon karyawan pun berusaha mencari kecocokan dengan perusahaan yang dilamarnya.

Paket remunerasi bisa jadi bukan faktor pertimbangan utama kandidat, selama dia bisa melihat bagaimana dirinya bisa berkontribusi di perusahaan yang baru, bagaimana kesesuaian karakter pribadinya dengan kultur perusahaan tersebut, serta bagaimana perusahaan menawarkan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri yang dimilikinya ke arah yang lebih baik.

Namun di samping itu, kandidat juga sebaiknya tidak lupa untuk memerhatikan faktor lainnya, seperti misalnya lokasi kerja, jarak tempuh, hari dan jam kerja, serta hal-hal lain yang sepertinya tidak terlalu signifikan tapi bisa berpotensi menjadi ‘deal breaker’.

Penawaran kerja atau job offer yang sukses tentunya berpatokan pada kecocokan kedua belah pihak, dan bukan salah satu saja. Dengan secara terbuka mengetahui apa yang bisa diberikan serta didapatkan kedua belah pihak dalam tahap seleksi, serta mengetahui pula apa aspirasi karier si kandidat serta mengukur apakah perusahaan sanggup untuk mengakomodasinya dalam beberapa tahun mendatang, hal ini akan memperbesar kemungkinan proses rekrutmen yang sukses.


Tentang Haryo Utomo Suryosumarto

Founder & Managing Director PT Headhunter Indonesia, perusahaan executive search yang mulai berdiri sejak Mei 2009. Lulusan S-1 di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dan S-2 di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini menggabungkan pengetahuan praktis dan pengalaman profesionalnya di dunia HR selama lebih dari 16 tahun terakhir, untuk memberikan pencerahan berupa tips pengembangan karier melalui berbagai artikel serta workshop/seminar di kampus ataupun lingkungan korporasi.

 

Comments

comments